PaDi UMKM Hadir menjadi hadiah khusus dari BUMN untuk UMKM Indonesia pada Agustus 2020 yang disebutkan bahwa platform digital ini memiliki fitur-fitur tertentu untuk membantu para pelaku usaha UMKM menyediakan pengadaan barang dan jasa BUMN secara online.

Latar belakang kemunculan platform digital ini adalah semangat kebersamaan pelaku bisnis Indonesia yang didukung oleh pemerintah Indonesia untuk mengangkat ekonomi nasional dan memprioritaskan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seperti dikutip detik.com pada mei 2020, terdapat 1.785 Koperasi dan 16.313 UMKM terdampak Pandemi Covid-19 yang membuat mereka harus bertahan secara finansial bahkan sudah ada yang harus menutup paksa usahanya akibat tersandung kesulitan ekonomi untuk memutar Kembali uang terutama untuk membayar SDM yang mereka pekerjakan.

Tercetuslah dari Erick Thohir selaku Menteri BUMN untuk mendorong Kerjasama dengan para pelaku usaha UMKM agar mereka mampu keluar dari zona merah dan dapat memulihkan Kembali status finansial mereka yang turun drastis terlebih selama pandemi hadir ditengah-tengah Indonesia.

Terdapat pembinaan dari BUMN untuk UMKM yang masuk dalam rencana usaha Platform digital PaDi UMKM ini yaitu :

Pembinaan UMKM yang pertama pelatihan UKM Modern, UKM Digital, UKM Online dan yang kedua Pembinaan UKM di bidang fashion, craft lalu culinary, selanjutnya terdapat pembinaan UKM tentang Administrasi, Keuangan, perpajakan serta sertifikasi, terakhir Consulting dan Coaching. Dari pembinaan masing-masing yang telah disebutkan terdapat tantangan besar pula yang harus siap untuk diterima yaitu perlunya peningkatan motivasi dan kesempatan untuk belajar terus menerus.

Pembinaan UMKM lainnya yaitu seputar pemasaran dimana mereka akan diberikan informasi seputar akses pasar via blanja, akses multichannel via sakoo dan akses ke layanan BUMN yang terdiri dari RKB Shop, Penerbangan (Garuda), Bandar Udara, Sarinah serta KAI dan terakhir persiapan akses ekspor. Tantangan besar yang akan dilalui pada tahapan ini yaitu rendahnya minat pasar (khususnya segmen bisnis) atas produk UMKM dan kurang bersaingnya harga produk UMKM.

Terakhir, Pembinaan Pendanaan  dimana terdapat Program kemitraan BUMN, Kredit Usaha Rakyat dari Bank milik negara (HIMBARA) dan Program pendanaan ultra mikro dari PNM dan Pegadaian. Tantangan pada tahap ini akan siap untuk menghadapi kurangnya kepercayaan Lembaga keuangan untuk mengucurkan kredit kepada UMKM secara lebih luas.

Beli barang dan jasa BUMN akan lebih mudah ditemukan di platform digital inisiasi BUMN ini tentunya dengan vendor yang terverifikasi serta terpercaya, semoga pelaku usaha UMKM akan lebih maju lagi ke depannya ya!