Akhir akhir ini telah banyak berbagai pihak yang mengklaim bahwa mereka telah menemukan obat untuk virus Corona, Salah satunya yaitu informasi yang telah disampaikan oleh seorang mastarakat yang mengaku sudah menemukan obat yang ampuh dan spesifik dapat mengibati infeksi dari virus COVID-19 bahkan masyarakat tersebut telah mengaku sebagai seorang pakar mikrobiologi dan telah memiliki gelar profesor, hal tersebut disampaikan olehnya dalam sebuah wawancara di kanal youtube salah seorang artis di Indonesia.

Untuk meluruskan sebuah informasi yang telah beredar tersebut belakangan ini, Plt Kabadan Litbangkes, dr. Slamet, MHP memberikan penjelasan mengenai beberapa hal, diantara yaitu bagaimana cara mendiagnosis seseorang terlah terinfeksi COVID-19 yang dilakukan melalui suatu pemeriksaan di laboratorium yang mana selama ini telah dilakukan melalui suatu tes serologi yaitu polymerase chain reacaon (RT-PCR) yaitu sebagai standar tracing serta testing di seluruh dunia. Jenis pemeriksaan serologi yang satu ini menggunakan sampel yaitu berupa usapan lendir yang diambil dari bagian hidung atau tenggorokan untuk mengidentifikasi DNA serta RNA dari virus.

Kedua yang disampaikan adalah secara garis besar untuk proses produksi sebuah obat harus melalui beberapa tahapan, diantaranya adalah yang pertama yaitu diawali dengan upaya penemuan bahan atau zat atau senyawa potensial dari obat melalui berbagai proses penelitian sebelumnya. Selanjutnya bahan atau zat atau senyawa potensial dari obat tersebut harus melalui berbagai proses pengujian. Proses pengujian tersebut diantaranya yaitu uji aktifitas zat, uji toxisitas in vitro, serta uji toxisitas in vivo pada tahap pra klinik, Uji Klinik untuk fase pertama, fase kedua, serta fase ketiga.

Yang harus dipenuhi selanjutnya yaitu proses izin edar. Setelah beres dilanjutkan memproduksi Obat melalui sebuah cara pembuatan obat yang baik atau GMP dan juga dilakukan kontrol pada setiap proses pemasarannya.

Banyak lembaga baik internasional maupun nasional yang sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat dan juga vaksin corona. Sebagian dari kandidat vaksin corona juga telah memasuki tahapan uji klinik pada tahap akhir. Namun sampai saat ini belum ada satupun negara dan juga sebuah lembaga baik di dunia yang sudah menemukan obat ataupun vaksin corona yang secara spesifik dapat menanggulangi COVID-19.

Saat ini beberapa negara di dunai termasuk juga Indonesia telah tergabung dalam sebuah solidarity Trial WHO guna mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat serta lebih valid terhadap efektifitas dan juga keamanan yang terbaik dalam perawatan pasien Corona.

Selanjutnya untuk perkembangan uji klinis tahap ke IIII Vaksin coron yang diproduksi oleh sinovac yang berasal dari Tiongkok saat ini sudah akan dilakukan uji klinik fase ke 3 di site penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran atau FK UNPAD. Berdasarkan dengan standar internasional serta peraturan Badan POM untuk registrasi obat dan vaksin, maka protokol penelitian yanh dilakukan ini harus mendapatkan suatu persetujuan etik dari site penelitian yang akan dituju, dalam kasus ini yanh dimaksud adalah FK UNPAD.

untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat SehatQ telah menyediakan berbagai platform yang memuat banyak informasi kesehatan terkini termasuk salah satunya Sehatq telah menyediakan satu fiturnya khusus untuk membahas mengenai vaksin Corona yang saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut segera kunjungi sehatQ.com