Apakah Anda kerap mengalami gatal-gatal di bagian kepala? Bisa jadi itu adalah gejala ketombe. Ketombe atau Pityriasis simplex capillitti merupakan masalah rambut yang cukup mengganggu aktivitias.

Masalah rambut tersebut juga bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri jika ketombe jatuh dan terlihat ketika mengenakan pakaian gelap. Ketombe merupakan masalah yang diawali dengan kulit kepala mati dan mengering hingga terkelupas.

Selain gatal-gatal, ketombe juga bisa membuat rambut rontok parah karena kulit kepala yang kurang terawat. Masalah ini bisa dialami oleh semua orang, baik pria maupun wanita.

Sebagian besar orang yang mengalami ketombe melakukan cara untuk mengatasinya. Bahkan, ada pula yang melakukan perawatan rambut dengan biaya mahal untuk membasmi ketombe.

Namun sebelum bergegas membasminya, Anda harus mengetahui penyebab ketombe terlebih dahulu supaya bisa meminimalisir masalah ini di kemudian hari. Lalu, apa saja penyebab ketombe?

Berikut adalah penyebab ketombe yang perlu diketahui supaya bisa meminimalisirnya di kemudian hari

1. Penyebab Ketombe: Dermatitis Seboroik

Penyebab utama ketombe adalah dermatitis seboroik, yakni gangguan kulit yang menyebabkan kulit bersisik, berketombe, dan berwarna kemerahan. Masalah ini bisa dialami orang dewasa maupun anak-anak.

Dermatitis seboroik sangat berkaitan dengan Malssezia, yaitu jamur yang biasanya hidup di kulit kepala dan akan memproduksi minyak berlebih. Kulit kepala berminyak akan membuat rambut terlihat lepek, terasa gatal, dan berketombe.

2. Penyebab Ketombe: Jarang Menyisir Rambut

Ketombe biasanya akan dialami bagi orang yang jarang menyisir rambut. Padahal, menyisir rambut secara teratur dapat mengurangi risiko ketombe.

Menyisir rambut merupakan rutinitas sederhana yang bermanfaat supaya rambut tidak kusut. Menyisir rambut juga dapat menstimulasikan produksi minyak alami, sehingga kulit kepala tetap sehat.

3. Penyebab Ketombe: Konsumsi Ragi

Mengonsumsi makanan yang mengandung ragi bisa menyebabkan ketombe. Apalagi, jika sensitif terhadap kandungan ragi.

Ragi merupakan bahan yang biasa digunakan untuk membuat adonan roti. Namun mengonsumsi ragi berlebihan dapat meningkatkan risiko timbulnya ketombe.

Menurut Medical News Today, sinyal UV dari matahari akan menangkal ragi. Padahal, kulit kepala dan rambut juga perlu terkena paparan sinar matahari, khususnya pada pagi hari.

4. Penyebab Ketombe: Kulit Kepala Kering

Kulit kepala kering merupakan penyebab ketombe yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini akan membuat serpihan ketombe jatuh dan akan terlihat jika mengenakan pakaian berwarna gelap.

Kulit kepala kering cenderung memicu ketombe. Masalah ini biasanya disebabkan udara dingin yang dikombinasikan ruangan terlalu panas, sehingga menyebabkan kulit gatal dan mengelupas.

5. Penyebab Ketombe: Malas Keramas

Semua orang tentu pernah melakukan keramas atau mencuci rambut. Namun masih ada orang yang terkadang malas melakukan rutinitas ini, sehingga keramas dalam jangka waktu cukup jarang.

Padahal, setiap orang diwajibkan mencuci rambut setelah melakukan aktivitas yang padat guna menjaga kebersihan kulit kepala dan rambut. Jika dibiarkan, maka akan menyebabkan ketombe, rambut kering dan rontok. Idealnya, keramas dilakukan satu kali selama dua hari atau satu minggu tiga kali dan tidak setiap hari.

6. Penyebab Ketombe: Produk Sampo dan Perawatan Kulit

Produk perawatan rambut tertentu dapat memicu kulit kepala merah, gatal, dan bersisik. Terlalu sering keramas juga dapat menyebabkan ketombe, karena dapat mengiritasi kulit kepala. Apalagi, jika tidak menyadari bahwa Anda tidak cocok dengan sampo yang biasa dipakai.

Memakai berbagai jenis produk perawatan rambut juga bisa menyebabkan ketombe jika kulit kepala Anda sensitif, misalnya dalam penggunaan masker dan pewarna rambut.

7. Penyebab Ketombe: Gemar Mengonsumsi Makanan Manis

Apakah Anda suka mengonsumsi makanan manis? Anda sepertinya harus mengurangi kebiasaan tersebut. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, tak terkecuali ketombe.

Makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperparah munculnya ketombe. Tingginya kandungan gula dalam makanan manis juga akan menstimulasi pertumbuhan ragi Candida yang membuat kulit kepala dipenuhi oleh serpihan pipih berwana putih.

Selain itu, gula juga dapat menghambat kerja vitamin B yang sangat diperlukan oleh kesehatan rambut dan kulit kepala. Sebagai solusinya, Anda perlu rajin mengonsumsi sayuran dan buah segar.

Cara Mengatasi Ketombe

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda bisa meminimalisir kebiasaan buruk yang meningkatkan risiko ketombe. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cara mengatasi ketombe sebagai berikut:

– Kelola stres supaya tetap menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala

– Mencuci rambut atau keramas dua hari sekali

– Sering menjemur rambut di bawah sinar matahari pada pagi hari

– Lakukan pemijatan rambut menggunakan minyak kemiri

– Gunakan masker rambut alami seperti lidah buaya, alpukat, jeruk nipis atau lemon, toman, hingga daun mint

– Rajin menyisir rambut, terutama setelah mandi dan bangun tidur