Kalian pasti sudah enggak asing lagi dengan jerawat. Bagi banyak orang, jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling menjengkelkan. Jerawat (acne) adalah gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak (sebum) berlebih.

Produksi minyak berlebih ini menyebabkan peradangan serta penyumbatan pada pori-pori kulit. Peradangan ditandai dengan munculnya benjolan kecil (yang terkadang berisi nanah) di atas kulit. Gangguan kulit ini biasa terdapat di bagian tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak, yaitu di wajah, leher, bagian atas dada, dan punggung.

Pada dasarnya jerawat bukanlah penyakit berbahaya. Ini adalah kondisi umum yang bisa terjadi pada siapa pun. Namun beberapa orang merasa jika jerawat ini mengganggu penampilan mereka dan mencoba menyingkirkannya. Namun rupanya, ada banyak sekali jenis jerawat yang cara penanganannya berbeda. Berikut  rangkum 7 jenis-jenisnya. Yuk disimak!

1. Blackheads


Blackheads

Blackhead atas yang sering disebut komedo hitam adalah benjolan kecil berwarna hitam di permukaan kulit wajah yang mana sering muncul di area hidung. Komedo hitam muncul karena folikel rambut pada pori yang terbuka tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel-sel kulit mati.

Jenis jerawat ini biasanya tampak seperti bintik-bintik hitam karena bagian atas pori-pori kulit tetap terbuka, namun sisa di bawahnyalah yang tersumbat. Komedo hitam tidak menimbulkan rasa sakit atau kemerahan di kulit seperti jerawat pada umumnya. Hal ini karena blackhead atau komedo terbuka juga sering disebut sebagai jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan.

2. Whitehead


Whitehead

Sama seperti blackhead, whitehead atau komedo tertutup juga merupakan jenis jerawat yang disebabkan penyumbatan pori-pori oleh minyak dan sel kulit mati. Namun berbeda dengan blackhead yang hanya tersumbat sebagian, penyumbatan whitehead menutupi seluruh permukaan teratas pori. Alhasil, penampilan jerawatnya akan seperti benjolan putih kecil.

Whitehead dapat terjadi pada siapa saja di usia berapa saja loh. Namun whitehead memang lebih sering dialami wanita, terutama di masa pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause karena pengaruh hormon. Whiteheads umumnya lebih susah diobati ketimbang blackheads karena pori-pori sudah tertutup dan terletak di bagian dalam pori-pori.

3. Papula


Papula

Jerawat papula adalah jerawat yang menonjol, teraba padat dan nyeri, tampak kemerahan, namun tidak mengandung nanah. Sama dengan jerawat pada umumnya, jerawat papula muncul karena sumbatan dan peradangan pada pori-pori wajah. Jerawat papula ditandai dengan munculnya benjolan padat dengan ukuran kurang dari 1 cm.

Jerawat papula umumnya muncul di wajah, namun bisa juga timbul di area kulit tubuh lainnnya, misalnya dada dan punggung. Umumnya, jerawat papula dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah seperti membersihkan kulit wajah dan tubuh secara rutin, memilih pembersih wajah yang tepat, hingga menjaga kebersihan rambut.

4. Pustula


Pustula

Pustula adalah jerawat berupa benjolan kecil di permukaan kulit yang berisi nanah. Ciri jerawat nanah biasanya berukuran lebih besar dari komedo putih, dengan puncak berwarna keputihan yang dikelilingi kulit kemerahan. Jerawat bernanah umum muncul di area wajah. Namun, kulit sekitar dada atau punggung yang cenderung berminyak juga sering menjadi sasaran.

Adanya nanah pada jerawat terbentuk dari sel darah putih, yakni bagian sistem imun yang kalah dan mati melawan infeksi dari bakteri dan kotoran yang menyumbat pori. Jerawat satu ini bisa diatasi dengan penggunaan obat jerawat totol yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.

5. Nodul


Nodul

Jerawat nodul adalah jenis jerawat di bawah permukaan kulit yang berukuran besar, terasa keras, dan sakit. Jerawat ini dapat bertahan selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Jerawat yang keras disentuh ini tergolong jerawat parah dan tidak dapat diobati dengan obat bebas (nonresep) loh.

Sebenarnya, proses terjadinya jerawat nodul sama seperti jerawat biasa. Akan tetapi, kondisinya yang lebih parah diyakini ahli kesehatan terjadi akibat peradangan yang menembus hingga ke lapisan kulit lebih dalam. Pengobatan rumahan atau tanpa resep dokter, tidak dapat menyembuhkan jerawat jenis ini. Jadi, akan lebih baik segera hubungi dokter jika kalian mendapatkan jerawat ini ya.

6. Jerawat Kistik


Jerawat kistik
Pixabay

Jenis jerawat satu ini hampir mirip dengan jerawat nodul. Jerawat kistik atau cystic acne adalah jenis jerawat yang terbentuk dari penumpukan minyak dan sel-sel kulit mati di jaringan kulit paling dalam, bahkan jauh di dalam folikel rambut.Peradangan yang terjadi pada jaringan kulit dalam ini menyebabkan terbentuknya benjolan besar.

Jerawat yang membesar juga dapat dipengaruhi oleh infeksi bakteri yang ada di lapisan teratas kulit. Kondisi inilah yang membuat jerawat terlihat besar memerah, bahkan bernanah. Cara mengatasi cystic acne yang paling aman adalah dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit. Dokter akan membantu menentukan penyebab jerawat batu dan pengobatannya dengan tepat.

7. Jerawat Conglobata


Jerawat Conglobata

Jenis jerawat ini termasuk golongan jerawat yang cukup langka namun banyak dikeluhkan oleh orang. Jerawat ini umumnya dialami oleh laki-laki di usia remaja dan dewasa muda. Ada beberapa hal yang diduga turut berperan dalam memunculkan jenis jerawat ini, seperti kelebihan hormon testosteron, obat-obatan steroid, dan kondisi autoimun. Jerawat jenis ini merupakan bentuk jerawat yang parah dan melibatkan banyak nodul yang meradang.

Benjolan pada jenis jerawat ini ini saling terhubung dengan benjolan lainnya di bawah permukaan kulit. Jerawat ini bisa menyebar di bagian wajah, punggung, dada, bokong, lengan, dan leher. Bekas luka yang ditimbulkan oleh jerawat jenis ini tentu bisa sangat mengganggu. Pengobatan yang benar dan tepat waktu merupakan hal yang penting. Segera konsultasikan kepada dokter kulit jika kalian mengalami kondisi ini.